*

Tugas Mikroprocessor

By uchield.blogspot.com
Kelompok : -Audi Arief Pramadya
-Fuadur Rahman
-Mulyadiansyah
-Shella JK.


Coding MikroC
//pendeklarasian port lcd ke atmega16
sbit LCD_RS at PORTD.B2;
sbit LCD_EN at PORTD.B3;
sbit LCD_D4 at PORTD.B4;
sbit LCD_D5 at PORTD.B5;
sbit LCD_D6 at PORTD.B6;
sbit LCD_D7 at PORTD.B7;

sbit LCD_RS_Direction at DDRD.B2;
sbit LCD_EN_Direction at DDRD.B3;
sbit LCD_D4_Direction at DDRD.B4;
sbit LCD_D5_Direction at DDRD.B5;
sbit LCD_D6_Direction at DDRD.B6;
sbit LCD_D7_Direction at DDRD.B7;

//deklarasi dan inisialisasi teks yang akan ditampilkan di layar LCD
char teks1[] = "kelompok";
char teks2[] = "Mulyadiansyah, Fuadur Rahman, Shella JK, Audy Pramudya...";



void main()
{
//inisialisasi LCD
Lcd_Init();

//membersihkan layar LCD
Lcd_Cmd(LCD_CLEAR);

//menghilangkan tanda kursor pada layar LCD
Lcd_Cmd(LCD_CURSOR_OFF);

//menampilkan teks pertama pada layar LCD
Lcd_Out(1,14,teks1);

//menampilkan teks kedua pada layar LCD
Lcd_Out(2,16,teks2);

//menampilkan kedua teks tersebut secara terus menerus
while(1)
{
//menampilkan kedua teks dari kanan layar LCD
char i;
for(i=0;i<27; i++)
{
Lcd_Cmd(LCD_SHIFT_RIGHT);
//men-set kecepatan teks berjalan dari kanan
Delay_ms(20);
}
}
}


Video Tugas dengan camtasia
Linknya Disini
 


Seputar Mikrokontroler

By uchield.blogspot.com
1. Apa itu mikrokontroler ?

Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut "pengendali kecil" dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :
Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas

Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi
Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak

Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks.


2. Manfaat/prospek apa yang bisa saya peroleh jika menguasai mikrokontroler ?

Banyak sekali, dengan melihat penjelasan nomor 1, maka batasnya hanya imajinasi Anda. Dengan menguasainya, kita bisa menerapkannya kedalam kehidupan sehari-hari seperti mengendalikan suatu perangkat elektronik dengan berbagai sensor dan kondisi seperti cahaya, getaran, panas, dingin, lembab dan lain-lain. Sekedar contoh sederhana penggunaan mikrokontroler, lihatlah disekitar lingkungan Anda ada toaster, mesin, cuci, microwave kemudian tengoklah didunia pertanian Anda bisa membuat kontrol kelembaban untuk budidaya jamur dsb, didunia perikanan Anda bisa mengendalikan suhu air kolam dsb. Bahkan Anda bisa membuat PABX mini, SMS Gateway, atau kearah military Anda bisa membuat radio militer frekuensi hopping (radio komunikasi anti sadap dengan lompatan frekuensi 100 kali dalam 1 detik), sistem monitoring cuaca dengan balon udara, automatic vehicel locator (menggunakan GPS) dan sebagainya. Semua itu sekedar contoh, masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan mikrokontroler.

Sebagai prospek, arah perkembangan dunia elektronika saat ini adalah ke embedded system (sistem tertanam) atau embedded electronic (elektronik tertanam). salah satunya dengan menggunakan mikrokontroler, jadi jika Anda belajar dan menguasai mikrokontroler sudah tepat pada jalurnya.

3. Ada berapa macam/jenis mikrokontroler itu ?



Secara teknis hanya ada 2 yaitu RISC dan CISC dan masing-masing mempunyai keturunan/keluarga sendiri-sendiri.

RISC kependekan dari Reduced Instruction Set Computer : instruksi terbatas tapi memiliki fasilitas yang lebih banyak

CISC kependekan dari Complex Instruction Set Computer : instruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.

Tentang jenisnya banyak sekali ada keluarga Motorola dengan seri 68xx, keluarga MCS51 yang diproduksi Atmel, Philip, Dallas, keluarga PIC dari Microchip, Renesas, Zilog. Masing-masing keluarga juga masih terbagi lagi dalam beberapa tipe. Jadi sulit sekali untuk menghitung jumlah mikrokontrole

4. Sebagai langkah awal mikrokontroler mana yang sebaiknya saya pelajari ?

Tidak ada yang paling baik atau lebih baik, namun tips dibawah barangkali bermanfaat bagi Anda :

Lingkungan Anda, artinya mikrokontroler apa yang dominan di lingkungan Anda ?. Akan lebih mudah belajar bersama daripada sendirian sehingga mudah untuk bertanya jawab jika ada kesulitan.

Ketersediaan perangkat untuk proses belajar (development tool)

Harga mikrokontroler, tips terakhir bisa diabaikan jika bukan menjadi kendala bagi Anda.

Ditinjau dari buku-buku mikrokontroler berbahasa Indonesia nampaknya mikrokontroler yang dominan saat ini dari keluarga MCS51. Yang perlu Anda ketahui antara satu orang dengan orang lain akan berbeda dalam hal mudah mempelajari. Jika Anda terbiasa dengan bahasa pemrograman BASIC Anda bisa menggunakan mikrokontroler BASIC Stamp, jika Anda terbiasa dengan bahasa pemrograman JAVA Anda bisa menggunakan Jstamp, jika Anda terbiasa dengan bahasa pemrograman C++ bisa Anda manfaatkan untuk keluarga MCS51 dan masih banyak lagi. Namun semua kembali kepada Anda yang berminat mempelajari dan memperdalam mikrokontroler


5. Bagaimana cara menguasai mikrokontroler ?

Ada 2 cara :

1. Belajar sendiri (otodidak), Anda bisa mempelajari sendiri mikrokontroler dengan panduan buku dan peralatan yang diperlukan, mulailah dari contoh-contoh sederhana. Jika ada kesulitan tanyakan kepada kepada teman Anda yang lebih tahu tentang mikrokontroler atau bisa Anda utarakan ke mailing list yang membahas mengenai hal ini.

2. Melalui lembaga Pendidikan, cara kedua ini bisa Anda dapatkan baik melalui pendidikan formal seperti sekolah, perguruan tinggi, maupun pendidikan non formal (kursus, pelatihan, les dan sejenisnya). Dengan cara ini Anda akan lebih terprogram dan cepat dalam penguasaan mikrokontroler.

Kata kucinya adalah : kemauan untuk belajar disertai latihan, latihan, dan latihan. Jika Anda berminat mempelajari mikrokontroler mulailah dengan mempelajari teori serta mempraktekannya. Anda bisa memulai mikrokontroler dengan mengaktifkan sebuah LED, setelah itu cobalah bermain-main menggeser LED dan mencoba instruksi-instruksi lain. Lambat laun Anda akan memahami bagaimana struktur program yang benar. Belajar mikrokontroler sama halnya seperti belajar ilmu komputer, sulit bukan jika belajar ilmu komputer secara teori tanpa praktek ?

6. Bagaimana dengan ketersediaan komponen mikrokontroler ?

Anda bisa mencari komponen di toko elektronika di kota Anda, jika Anda mengalami kesulitan tentang hal ini segeralah bertanya kepada teman yang lebih tahu atau ke mailing list, solusi akan segera Anda dapatkan. Jika Anda ingin memulai belajar mikrokontroler Anda bisa membuat sendiri perangkat prakteknya (development tool) dengan komponen-komponen yang tersedia di toko-toko elektronika di kota Anda, bahkan dibeberapa toko menyediakan kit/modul mikrokontroler siap pakai bagi Anda yang mempunyai keterbatasan waktu untuk membuatnya.
 


Konfigurasi Frame Relay Static

Category: By uchield.blogspot.com



-------------------------------Konfigurasi R1--------------------------

Konfigurasi Dasar
Router#conf t
Router(config)#hostname R1
R1(config)#enable password cisco
R1(config)#int s1/0
R1(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.255.255.252
R1(config-if)#encapsulation frame-relay
R1(config-if)#frame-relay map ip 10.1.1.2 102 broadcast
R1(config-if)#no shut

Pada saat no shut di barengi dengan R2

R1(config-if)#do wr


Verify
--------------------
R1#ping 10.1.1.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.1.1.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!

R1#sh frame-relay pvc
PVC Statistics for interface Serial1/0 (Frame Relay DTE)

Active Inactive Deleted Static
Local 1 0 0 0
Switched 0 0 0 0
Unused 0 0 0 0

DLCI = 102, DLCI USAGE = LOCAL, PVC STATUS = ACTIVE, INTERFACE = Serial1/0

input pkts 10 output pkts 10 in bytes 1040
out bytes 1040 dropped pkts 0 in pkts dropped 0
out pkts dropped 0 out bytes dropped 0
in FECN pkts 0 in BECN pkts 0 out FECN pkts 0
out BECN pkts 0 in DE pkts 0 out DE pkts 0
out bcast pkts 0 out bcast bytes 0
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
pvc create time 00:05:03, last time pvc status changed 00:01:38
R1#sh frame-relay map
Serial1/0 (up): ip 10.1.1.2 dlci 102(0x66,0x1860), static,
broadcast,
CISCO, status defined, active
R1#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 10.1.1.0 is directly connected, Serial1/0
R1#
R1#sh int s1/0
Serial1/0 is up, line protocol is up
Hardware is M4T
Internet address is 10.1.1.1/30
MTU 1500 bytes, BW 1544 Kbit, DLY 20000 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation FRAME-RELAY, crc 16, loopback not set
Keepalive set (10 sec)
Restart-Delay is 0 secs
CRC checking enabled
LMI enq sent 27, LMI stat recvd 28, LMI upd recvd 0, DTE LMI up
LMI enq recvd 0, LMI stat sent 0, LMI upd sent 0
LMI DLCI 0 LMI type is ANSI Annex D frame relay DTE
FR SVC disabled, LAPF state down
Broadcast queue 0/64, broadcasts sent/dropped 0/0, interface broadcasts 0
Last input 00:00:06, output 00:00:07, output hang never
Last clearing of "show interface" counters 00:07:55
Input queue: 0/75/0/0 (size/max/drops/flushes); Total output drops: 0
Queueing strategy: weighted fair
Output queue: 0/1000/64/0 (size/max total/threshold/drops)
Conversations 0/1/256 (active/max active/max total)
Reserved Conversations 0/0 (allocated/max allocated)
Available Bandwidth 1158 kilobits/sec
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
39 packets input, 1471 bytes, 0 no buffer
Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
41 packets output, 1472 bytes, 0 underruns
0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
1 carrier transitions DCD=up DSR=up DTR=up RTS=up CTS=up

R1#sh frame-relay route
Input Intf Input Dlci Output Intf Output Dlci Status
R1#
--------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------Konfigurasi R2-----------------------------
Konfigurasi Dasar
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R2
R2(config)#enable password cisco

Konfigurasi frame relay
R2(config)#int s1/0
R2(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
R2(config-if)#encapsulation fram
R2(config-if)#encapsulation frame-relay
R2(config-if)#frame-relay map ip 10.1.1.1 201 broadcast
R2(config-if)#no shut

pada saat command no shut di R2 dilakukan bebarengan dengan R1

R2#wr


Verify
-------------------------------------------
R2#ping 10.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/28/68 ms
R2#sh frame-relay pvc

PVC Statistics for interface Serial1/0 (Frame Relay DTE)

Active Inactive Deleted Static
Local 1 0 0 0
Switched 0 0 0 0
Unused 0 0 0 0

DLCI = 201, DLCI USAGE = LOCAL, PVC STATUS = ACTIVE, INTERFACE = Serial1/0

input pkts 10 output pkts 10 in bytes 1040
out bytes 1040 dropped pkts 0 in pkts dropped 0
out pkts dropped 0 out bytes dropped 0
in FECN pkts 0 in BECN pkts 0 out FECN pkts 0
out BECN pkts 0 in DE pkts 0 out DE pkts 0
out bcast pkts 0 out bcast bytes 0
5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
pvc create time 00:03:22, last time pvc status changed 00:02:08

R2#sh frame-relay map
Serial1/0 (up): ip 10.1.1.1 dlci 201(0xC9,0x3090), static,
broadcast,
CISCO, status defined, active
 


Konfigurasi PPP

Category: By uchield.blogspot.com


Konfigurasi R1
KOnfigurasi Dasar
Router>en
Router#conf term
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R1
R1(config)#enable password cisco
R1(config)#int s1/0
R1(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.255.255.252
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#int f0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#do wr
R1(config)#do sh ip route
Konfigurasi router OSPF
R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)#network 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
R1(config-router)#exit
R1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
Verify
R1(config)#do ping 192.168.30.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.30.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 36/73/124 ms
R1(config)#do sh int s1/0
Serial1/0 is up, line protocol is up
Encapsulation HDLC, crc 16, loopback not set
KOnfigurasi PPP
R1(config)#int s1/0
R1(config-if)#enca
R1(config-if)#encapsulation pp
R1(config-if)#encapsulation ppp
R1(config-if)#
*Mar 1 00:22:42.815: %OSPF-5-ADJCHG: Process 1, Nbr 209.165.200.254 on Serial1/
0 from FULL to DOWN, Neighbor Down: Interface down or detached
*Mar 1 00:22:45.799: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial1/0,
changed state to down
*Mar 1 00:23:02.055: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial1/0,
changed state to up
R1(config-if)#exit
*Mar 1 00:23:11.295: %OSPF-5-ADJCHG: Process 1, Nbr 209.165.200.254 on Serial1/
0 from LOADING to FULL, Loading Done

Verify
R1(config)#do sh int s1/0
Serial1/0 is up, line protocol is up
Encapsulation PPP, LCP Open
----------------------------------------------------------------

Konfigurasi R2
KOnfigurasi Dasar
Router#conf term
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R2
R2(config)#enable password cisco
R2(config)#int s1/0
R2(config-if)#ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#int s1/1
R2(config-if)#ip address 10.2.2.1 255.255.255.252
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#int lo
R2(config)#int loopback 0
R2(config-if)#ip address 209.165.200.254 255.255.255.224
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit

Konfigurasi Router Ospf
R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#network 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
R2(config-router)#network 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
R2(config-router)#network 209.165.200.254 0.0.0.31 area 0
R2(config-router)#exit
R2(config)#do wr

Verify
R2(config)#do ping 192.168.10.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.10.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 20/32/56 ms
R2(config)#do ping 192.168.30.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.30.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 12/48/108 ms

R2(config)#do sh int s1/0
Serial1/0 is up, line protocol is up
Encapsulation HDLC, crc 16, loopback not set

R2(config)#do sh int s1/1
Serial1/1 is up, line protocol is up
Encapsulation HDLC, crc 16, loopback not set
Konfigurasi PPP
R2(config)#int s1/0
R2(config-if)#encapsulation ppp
R2(config-if)#exit
-----------------------------------------------------------------------
Komfigurasi R3
Konfigurasi Dasar
Router#conf term
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R3
R3(config)#en password cisco
R3(config)#int s1/0
R3(config-if)#ip address 10.2.2.2 255.255.255.252
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit
R3(config)#int f0/0
R3(config-if)#ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit

Konfigurasi Router OSPF
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#network 10.2.2.0 0.0.0.3 area 0
R3(config-router)#network 192.168.30.0 0.0.0.31 area 0
R3(config-router)#exit
R3(config)#do wr
Building configuration...
[OK]

Verify
R3(config)#do sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

C 192.168.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
O 192.168.10.0/24 [110/138] via 10.2.2.1, 00:00:27, Serial1/0
209.165.200.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 209.165.200.254 [110/65] via 10.2.2.1, 00:00:27, Serial1/0
10.0.0.0/30 is subnetted, 2 subnets
C 10.2.2.0 is directly connected, Serial1/0
O 10.1.1.0 [110/128] via 10.2.2.1, 00:00:27, Serial1/0
R3(config)#